My Brother, My Partner By Puan Syaharani

Di balik selimut tipis, tubuhku meringkuk menunggu munculnya kantuk. Bayangan ayah dan ibu senantiasa mengisi hari-hariku. Aku tidak tahu muka mereka seumpama apa. Kecelakaan kendaraan beroda empat itu meniadakan semua memoriku dan merenggut nyawa kedua orang tuaku. Ya, orang tuaku meninggal sebab kecelakaan mobil.
Aku tidak tahu kronologis kejadiannya. Aku cuma tahu, saya terbaring koma selama sebulan akhir dari kecelakaan itu. Dan waktu saya bangun, saya tidak mengingat apapun tergolong kak Kevin. Sampai sekarang ingatanku juga belum kembali.
Hm, kak Kevin memang orang kasar. Tapi, saya percaya ia itu menyayangiku. Aku senantiasa meyakinkan itu di dalam diriku sendiri. Meski kerap kali saya kesal dengan perlakuannya padaku. Aku mulai memejamkan mataku dan berdoa.
“Tuhan, lindungilah kak Kevin selalu, Aamiin.”
Hingga kesannya saya telah tidak ingat apa-apa lagi.